Rabu, 11 Juli 2007

DOA TOLAK BALA

ALLAAHUMMADFA' 'ANNALGHOLAA-A WALBA LAA-A WALWABAA-A WALFAHSYAA-A WALMUNKARO WAS SUYUUFALMUKHTALIFATA WASY-SYA DAA-IDA WALMINHANA MAADHOHARO MINHA WAMAABAATHONA MINBALADINAA KHOSSOTAN WAMIN BULDAANILMUSLIMIINA 'AAMMA TAN INNAKA 'ALAA KULLI SYAI-IN QODIIRUN

Wahai Allah, hindarkanlah dari kami kekurangan pangan, cobaan hidup, penyakit2 wabah, perbuata2 keji dan mungkar, ancaman2 yg beraneka ragam, paceklik2 dan segala ujian, yang lahir, maupun idalam batin, dinegri kami ini khususnya, dan seluruh negri pada umumnya, karena sesungguhnya Engkau atas segala sesuatu adalah berkuasa.

19 komentar:

rahman modies mengatakan...

DO’A TOLAK BALA YANG PERLU KITA PERTANYAKAN KEMBALI

Dalam setiap kali kita selesai shalat berjama’ah, kita sering mendengarkan doa yang dipanjatkan oleh imam shalat kita untuk tolak bala, namun kalau kita kembalikan lagi pada rujukan Al-Qur’an, apakah kita masih pantas memanjatkan doa tolak bala, coba kita lihat dalam surah Al-Baqarah ayat 49 yang artinya demikian :
“Ketika kami menyelamatkan kalian dari Fir’aun dan pengikut-pengikutnya , mereka menimpakan azab yang buruk / berat kepadamu. Mereka menyembelih anak-anak lakimu dan membiarkan hidup anak perempuanmu. Dan pada yang demikian itu merupakan cobaan yang berat dari Tuhanmu.
Merujuk pada ayat ini kata Bala merupakan makna dari cobaan. Jadi kalau ada doa tolak bala, berarti itu maknanya kita tidak rela untuk diuji oleh Allah SWT. Padahal hanya dengan bala lah kita akan mendapatkan derajat yang lebih baik lagi bagi kita. Kalau kita tidak rela dengan bala, kapan kita bakal akan mendapatkan derajat taqwa dari Allah SWT. Untuk dapat derajat taqwa Nabi kital selalu diuji dengan berbagai macam cobaan / bala. Nabi Adam dikeluarkan dari surga dan dipisahkan dengan Siti Hawa itu merupaka ujian bagi mereka, Nabi Ayyub dikasih cobaan oleh Allah SWT dengan berbagai macam cobaan yang berat. Dari awalnya kaya raya, punya anak yang imut-imut dan cantik serta tampan-tampan serta istri yang shaleh diuji oleh Allah juga. Awalnya kaya dijadikan miskin, anak-anaknya meninggal semua, serta isterinya yang dicintainya meninggalkan beliau karena tidak tahan mengurus beliau yang sedang dapat penyakit kulit yang berbau busuk sangat menyengat, sehingga mereka berdua dikucilkan oleh masyarakat sekitarnya karena tidak tahan maka isteri beliau meninggalkannya. Tapi karena ini merupakan cobaan kata beliau, aku dikasih 7 tahun cobaan itu masih tidak sebanding dengan kenikmatan yang diberikan oleh Allah SWT sampai umur aku sekarang ini. Nabi Musa dicoba dengan fir’aun yang menyiksa kaumnya, dan masih banyak lagi cobaan-cobaan yang diberikan oleh Allah SWT untuk meningkatkan derajat taqwa hambanya. Sa’labah juga dicoba oleh Allah SWT dengan Bala kekayaan. Waktu miskin rajin melaksanakan shalat bersama Rasulullah saw, tapi ketika dikasih kekayaan dia jadi ingkar kepada Allah SWT maka gagallah ujian yang berikan oleh Allah SWT . jadi mulai sekarang ini mari kita renungkan kembali dengan doa tolak bala yang sering dipanjatkan oleh imam-imam shalat kita dimesjid atau pun dimushalla atau pun para pembaca doa-doa diacara selamatan, pernikahan dan lain-lainnya. Apakah kita mau selalu berada pada titik yang sama. Di saat hamba Allah yang lainnya ikhlas menerima dengan bala yang diberikan / tidak menolaknya dan berhasil melaluinya sehingga mampu mengubah statusnya dari manusia yang biasa menjadi manusia yang luar biasa dihadapan Allah SWT atau dalam artian menjadi orang yang bertaqwa. Sementara kita yang tetap pada status biasa saja apakah masih mau tidak mengalami peningkatan satutus dihadapan Allah SWT untuk menjadi hamba yang bertaqwa. Mari kita pikir ulang lagi.
Anak TK saja mau jadi anak SD harus ujian, masa kita harus menolak ujian guna dapat status yang lebih baik lagi di sisi Allah SWT.

rahman modies mengatakan...

DO’A TOLAK BALA YANG PERLU KITA PERTANYAKAN KEMBALI

Dalam setiap kali kita selesai shalat berjama’ah, kita sering mendengarkan doa yang dipanjatkan oleh imam shalat kita untuk tolak bala, namun kalau kita kembalikan lagi pada rujukan Al-Qur’an, apakah kita masih pantas memanjatkan doa tolak bala, coba kita lihat dalam surah Al-Baqarah ayat 49 yang artinya demikian :
“Ketika kami menyelamatkan kalian dari Fir’aun dan pengikut-pengikutnya , mereka menimpakan azab yang buruk / berat kepadamu. Mereka menyembelih anak-anak lakimu dan membiarkan hidup anak perempuanmu. Dan pada yang demikian itu merupakan cobaan yang berat dari Tuhanmu.
Merujuk pada ayat ini kata Bala merupakan makna dari cobaan. Jadi kalau ada doa tolak bala, berarti itu maknanya kita tidak rela untuk diuji oleh Allah SWT. Padahal hanya dengan bala lah kita akan mendapatkan derajat yang lebih baik lagi bagi kita. Kalau kita tidak rela dengan bala, kapan kita bakal akan mendapatkan derajat taqwa dari Allah SWT. Untuk dapat derajat taqwa Nabi kital selalu diuji dengan berbagai macam cobaan / bala. Nabi Adam dikeluarkan dari surga dan dipisahkan dengan Siti Hawa itu merupaka ujian bagi mereka, Nabi Ayyub dikasih cobaan oleh Allah SWT dengan berbagai macam cobaan yang berat. Dari awalnya kaya raya, punya anak yang imut-imut dan cantik serta tampan-tampan serta istri yang shaleh diuji oleh Allah juga. Awalnya kaya dijadikan miskin, anak-anaknya meninggal semua, serta isterinya yang dicintainya meninggalkan beliau karena tidak tahan mengurus beliau yang sedang dapat penyakit kulit yang berbau busuk sangat menyengat, sehingga mereka berdua dikucilkan oleh masyarakat sekitarnya karena tidak tahan maka isteri beliau meninggalkannya. Tapi karena ini merupakan cobaan kata beliau, aku dikasih 7 tahun cobaan itu masih tidak sebanding dengan kenikmatan yang diberikan oleh Allah SWT sampai umur aku sekarang ini. Nabi Musa dicoba dengan fir’aun yang menyiksa kaumnya, dan masih banyak lagi cobaan-cobaan yang diberikan oleh Allah SWT untuk meningkatkan derajat taqwa hambanya. Sa’labah juga dicoba oleh Allah SWT dengan Bala kekayaan. Waktu miskin rajin melaksanakan shalat bersama Rasulullah saw, tapi ketika dikasih kekayaan dia jadi ingkar kepada Allah SWT maka gagallah ujian yang berikan oleh Allah SWT . jadi mulai sekarang ini mari kita renungkan kembali dengan doa tolak bala yang sering dipanjatkan oleh imam-imam shalat kita dimesjid atau pun dimushalla atau pun para pembaca doa-doa diacara selamatan, pernikahan dan lain-lainnya. Apakah kita mau selalu berada pada titik yang sama. Di saat hamba Allah yang lainnya ikhlas menerima dengan bala yang diberikan / tidak menolaknya dan berhasil melaluinya sehingga mampu mengubah statusnya dari manusia yang biasa menjadi manusia yang luar biasa dihadapan Allah SWT atau dalam artian menjadi orang yang bertaqwa. Sementara kita yang tetap pada status biasa saja apakah masih mau tidak mengalami peningkatan satutus dihadapan Allah SWT untuk menjadi hamba yang bertaqwa. Mari kita pikir ulang lagi.
Anak TK saja mau jadi anak SD harus ujian, masa kita harus menolak ujian guna dapat status yang lebih baik lagi di sisi Allah SWT.

rahman modies mengatakan...

jadi doa yang pantas kita panjatkan kepada Allah itu adalah doa dimana kita mengharapkan dimudahkan dan dilapangkan hati dalam menghadapi setiap bala yang diberikan, baik bala berupa kesenangan seperti, banyak harta, punya jabataban yang bagus, punya anak yang banyak, dan segala macam bala berupa kesenangan tersebut. Dan bala berupa kesusahan seperti bala kebakaran, hilang pekerjaan, rumah tangga berantakan dan lain-lainnya.

Autosport mengatakan...

assalamu'alaikum wr.wb
dasar tolol... belajar jgn dari 1 ayat aja mas, coba lihat dari ayat" yg lain...

tanya lg mas sama org yg lbh pinter...

Kholid Kembaran 2 mengatakan...

Jangan mudah menyalahkan cara ibadah saudara kita yang lain sesama muslim, siapa tahu yang dilakukan oleh saudara kita itu justru yang benar dihadapan Allah. Kebenaran kita sebagai manusia masih berdasar pada pikiran kita yang sifatnya relatif. Pada prinsipnya kita semua ingin selamat dunia akhirat oleh karena itu gunakanlah hati yang paling dalam dan renungkanlah bahwa Allah Maha Penyayang dan Maha Pengasih bukan Maha Menyalahkan, tetapi Maha Pemaaf bagi orang yang mau minta maaf.

Kholid Kembaran 2 mengatakan...

Jangan mudah menyalahkan cara ibadah saudara kita yang lain sesama muslim, siapa tahu yang dilakukan oleh saudara kita itu justru yang benar dihadapan Allah. Kebenaran kita sebagai manusia masih berdasar pada pikiran kita yang sifatnya relatif. Pada prinsipnya kita semua ingin selamat dunia akhirat oleh karena itu gunakanlah hati yang paling dalam dan renungkanlah bahwa Allah Maha Penyayang dan Maha Pengasih bukan Maha Menyalahkan, tetapi Maha Pemaaf bagi orang yang mau minta maaf.

Kholid Kembaran 2 mengatakan...

Jangan mudah menyalahkan cara ibadah saudara kita yang lain sesama muslim, siapa tahu yang dilakukan oleh saudara kita itu justru yang benar dihadapan Allah. Kebenaran kita sebagai manusia masih berdasar pada pikiran kita yang sifatnya relatif. Pada prinsipnya kita semua ingin selamat dunia akhirat oleh karena itu gunakanlah hati yang paling dalam dan renungkanlah bahwa Allah Maha Penyayang dan Maha Pengasih bukan Maha Menyalahkan, tetapi Maha Pemaaf bagi orang yang mau minta maaf.

Kholid Kembaran 2 mengatakan...

Jangan mudah menyalahkan cara ibadah saudara kita yang lain sesama muslim, siapa tahu yang dilakukan oleh saudara kita itu justru yang benar dihadapan Allah. Kebenaran kita sebagai manusia masih berdasar pada pikiran kita yang sifatnya relatif. Pada prinsipnya kita semua ingin selamat dunia akhirat oleh karena itu gunakanlah hati yang paling dalam dan renungkanlah bahwa Allah Maha Penyayang dan Maha Pengasih bukan Maha Menyalahkan, tetapi Maha Pemaaf bagi orang yang mau minta maaf.

baharudin mengatakan...

memang di zaman sekarang banyak orang yg pengetauanya kurang tpi mengaku dah pintar padahal sebenarnya mereka belum punya bekal apa2...belajar dulu mas supaya lebih pintar jangan hanya memakai rujukan satu ayat aja masi banyak rujukan di dalam AL QUR`AN yg kesemuanya benar.
hati2 dengan postingan anda bisa2 anda menanggung dosa sendiri karena mamberikan berita kurang benar

utang mengatakan...

Hikmat
Yup's betul mas..justru karna kita manusia yang lmah..serba kekurangan.kurang ilmu,kurang iman,kurang kyakikan akan kebenran..pasti merasa takut akan bala / cobaan dari Allah.Makanya itu...Do'a Tolak Bala atau pun doa mohon di jauhkan dari bala..itu bukan berarti kita tidak mau di kasih cobaan..
itu hanya semata2 supaya Allah bisa mempertimbangkan bala apa yang akan di berikan buat kita...karna Allah aan memberikan cobaan kpada Mahkluknya pasti ada tujuaannya..dan itu pasti Allah perhitungkan tingkatan keimanan kita...mungkin buat orang yang sudah pintar seperti sampean yang bisa baca ayat & tau artinya hal itu mudah..Atau Allah memberikan cobaan kepada Para Nabi & Sahabatnya itu Kan Tingkatannya Lain dengan kita..Tingkat keimanan Mereka Jelas beda dengan kita..

nanang mengatakan...

Bung Rahman Modis....
kalau semua cobaan dari allah harus diterima dan disyukuri...
kenapa ketika anda sakit harus kedokter....kenapa ga kau syukuri saja rasa sakitmu atau keluarga mu sebagai rasa syukur sama allah...
hati2 memaknai arti dari ayat alqur'an dan jangan satu ayat saja yang dilihat...

Best Buy Product mengatakan...

Allah itu tempat meminta..
Jadi kalau kita meminta [melalui Do'a tolak bala salah satunya maka bisa dianggap wajar..]
:)

irawan mengatakan...

Mas sampian saya sarankan lebih banyak lagi belajar agama Islam ?

Sigit Wicaksono El Buwarani mengatakan...

rahman modies ngajinya sama ustd google.com yah??? Kelak mintalah syafaat sama google.com! Huwahahaha..

Irwan Effendi mengatakan...

Alhamdulillah disini kita bisa bersiaturrahim sambil membahas masalah agama, tetapi saya tidak merasa sikap yang ditunjukkan saudara "Autosport" itu adalah sikap seorang muslim dengan cara yang kurang baik untuk menunjukkan sarannya. Islam mengajarkan sesuatu dengan rasional dan sikap yang terpuji. Mohon maaf atas sedikit koreksi saya, harap beri petunjuk yang jelas berdasarkan Al-Qur'an dan Hadits agar kita semua tidak tersesat. terimakasih

Sugeng Ariyadh Pratikto mengatakan...

Ada ujian ada peringatan? termasuk yg manakah kita? jngn sampai kita menerima sakit, di sebut ujian, padahal kita sendirilah yang lalai menjaga kesehatan.itulah peringatan, supaya, Kita mawas diri, intropeksi, agar menjalani hidup kita dengan baik.
dan ujian itu urusan Allah, hanya Allah yang berhak menentukan, pada siapa2 yang dikehendakinya, sedangkan kita hamba yg lemah, sudah sepantasnya berdoa dan beriktiar, supaya selamat dunia akhirat. mohon maaf bila ada kesalahan, semoga Allah mengampuni kita. Jazaakumullah Khairan katsiran. amin

M.syauqy abdillah salafudin mengatakan...

bala" juga hadir setiap hari dalam kehidupan, baik dhohir dan batin, maka juga dalam setiap sholat subuh membaca qunut yg didalam nya jg terdapat doa tolak balak, yang nggak setuju silahkan, krn bala' yang tidak terlihat tentu lebih banyak drpd yg klihatan

Parthe Gagah mengatakan...

Assalam..
Bala bagi mreka yg beriman adalah ujian, bala bagi mereka yg ingkar adalah adzab, mohonlah pada Allah agar dihindarkan dr Bala yg berupa Adzab..

Matran Latifah mengatakan...

untuk memahami kandungan al-quran dgn benar diperlukan kaidah-kaidah yang sdh dirumuskan oleh para ulama terdahulu, diantaranya adalah memahami ayat dengan ayat yang lain, memahami ayat dengan petunjuk hadits nabi.
nah, dalam masalah bolehkah berdoa minta dihindarkan dari segala hal-hal yang tidak diinginkan ( baca tolak bala'), lihatlah praktek Nabi Muhammad saw dalam berdoa, ternyata banyak sekali doa yang dicontohkan beliau! silahkan baca buku2 kumpulan doa !